Kisah Pastor James dan Annai Velangkanni


Sebuah kebetulan yang luar biasa, kunjungan saya bertepatan dengan peringatan tahbisan Pastor James yang ke 43.

Pada saat homili, Pastor James menceritakan kisahnya yang luar biasa. Dididik sejak kecil oleh misionaris dari Perancis yang datang ke India, Pastor James bercita-cita menjadi seorang misionaris. Ia bermimpi untuk dapat melayani umat Sri Lanka.

Perjalanannya untuk menggapai mimpi sebagai misionaris tidaklah mudah. Setelah setahun ditahbiskan, Pastor James ditugaskan untuk menjadi misionaris di Malaysia. Sangat disayangkan, mimpi menjadi misionaris yang telah menjadi nyata hanya bertahan selama setahun, karena pada tahun 1968, diterapkan kebijakan yang melarang orang asing untuk mengajar agama di Malaysia, sehingga Visa-nya pun hangus.

Namun kisah Pastor James tidak berakhir di sana. Akhirnya beliau mendapatkan tugas untuk ke Indonesia, untuk belajar di Yogyakarta. Beberapa tahun kemudian, Pastor James ditugaskan untuk sementara membantu mengurus masyarakat India yang berada di Medan.

Cita-cita Pastor James sungguh menjadi kenyataan ketika keuskupan Medan berkomunikasi dengan keuskupan India untuk meminta Pastor James meneruskan pelayanannya di kota Medan. Akhirnya Pastor James ditugaskan untuk seterusnya di Medan, dan membangun gereja Annai Velangkanni.

Begitu banyak hambatan di dalam perjalanan Pastor James menggapai cita-citanya sebagai misionaris, dan meskipun ia tidak dapat menjadi misionaris di Sri Lanka, ia tetap bersyukur kepada Tuhan.

Namun ternyata kehendak Tuhan berkata lain. Pada pagi tersebut, tepat pada peringatan 43 tahun tahbisannya, Pastor James diminta untuk melayani umat Sri Lanka yang mengungsi di Medan. Sekitar 160 umat dari berbagai agama, ditambah dengan 18 narapidana Sri Lanka yang berada di Indonesia. Pastor James mengingatkan mereka bahwa Yesus, yang datang pada hari Natal, datang untuk memberikan kita semua kedamaian, kebahagiaan, dan harapan. Oleh karena itu, Pastor James berharap agar semua pengungsi dan narapidana dari Sri Lanka tidak pernah kehilangan harapan. Sama seperti dirinya yang tidak pernah kehilangan harapan untuk menjadi misionaris, dan secara tiba-tiba ia dapat melayani umat Sri Lanka seperti yang dicita-citakannya, 43 tahun setelah ia ditahbiskan, dengan cara yang luar biasa dan pada waktu yang luar biasa.

Pastor James menutup renungan tersebut dengan mengingatkan kita untuk terus berharap, sampai kapanpun. Bahkan ketika impian kita di bumi pun sudah tercapai, kita tidak boleh berhenti berharap, karena sesungguhnya bumi ini hanyalah tempat pengungsian bagi kita. Rumah kita yang sesungguhnya berada di Sorga.

Mukjizat-Mukjizat Annai Velangkanni, Medan

Sesuai dengan judul posting ini, Gereja Annai Velangkanni ini penuh dengan mukjizat. Banyak orang datang untuk memohon kesembuhan, dan banyak orang diberikan kesembuhan setelah mengunjungi gereja ini.

Namun, mukjizat yang paling berkesan pada Pastor James adalah saat masa pembangunan gereja. Pada saat gereja sedang dibangun, terjadi kebakaran pada rumah sementara di Jln. Kediri 27, Medan, tempat penyimpanan uang tunai dan properti gereja. Pada kejadian tersebut, seluruh isi rumah terbakar hangus, kecuali 2 buah Alkitab, 1 buah buku Puji Syukur, dan setumpuk uang tunai.

Saat ini, Alkitab dan Puji Syukur yang selamat dari kobaran api itu disimpan di altar gereja. Tante saya bercerita, dalam kunjungannya sebelumnya bersama sekelompok orang dalam tour, banyak orang yang berebut untuk menyentuh Alkitab tersebut sambil menangis, karena diyakini Alkitab tersebut dapat membawa kesembuhan.

Selain itu, mukjizat juga terjadi beberapa hari setelah gereja diresmikan, tepatnya pada bulan Oktober 2005. Di bawah patung Bunda Maria yang berada di kapel, secara tiba-tiba muncullah mata air. Hingga saat ini, dibuat area untuk mengambil air suci di Gereja Annai Velangkanni. Umat yang mengunjungi gereja biasanya mencuci muka di mata air tersebut.

What a moment it is for me.

Personally, saya merasa sungguh terberkati akan kunjungan kali ini.

Kunjungan saya sungguh tidak terduga. Jika jalanan di Medan Selatan tidak macet… Jika supir travel kami tidak menyarankan untuk pergi kesana sore itu.. Jika kami tidak menyetujui saran tersebut… Tentu kami tidak akan bertemu dengan Pastor James, merayakan perayaan St. Yohanes pelindung saya, mendapatkan berkat natal dari Pastor James, dan merayakan perayaan tahbisan ke 43 dari Pastor James yang diisi dengan khotbah yang sama mengagumkannya dengan bangunan gereja tersebut. Kami bahkan sempat memotong kue bersama Pastor James untuk merayakan perayaan tahbisan beliau!

God works in mysterious way. I believe He has guide me that day.

Pastor James juga mengingatkan bahwa kita perlu meneladan St. Yohanes, yang begitu dekat dengan Yesus, dan memandangnya sebagai sahabat. Yohanes jugalah yang dititipkan secara personal oleh Yesus untuk saling menjaga dengan Bunda Maria, Ibu Yesus, sehingga kita pun perlu menjadi lebih dekat dengan Bunda Maria. Pesan tersebut sangat menyentuh saya, terutama karena Yohanes merupakan pelindung saya, dan saya pun berharap bisa lebih banyak berdevosi kepada Bunda Maria di tahun 2014 ini.

Saya merasa terberkati dan menjadi penuh semangat untuk menjadikan hidup saya lebih baik dari sebelumnya : untuk berperang dengan segala penyakit dengan lebih giat lagi, untuk memiliki kebahagiaan dan membagikannya kepada orang lain, dan untuk berkontribusi dengan lebih lagi kepada dunia.

Semoga cerita tersebut dapat menginspirasi kita semua. Be great, be happy, be blessed! Keep the hopes up!

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” – Yes 40:31

Leave a Reply