Kulineran Seharian di Surabaya


Dua minggu yang lalu gue berkesempatan untuk mengunjungi Surabaya, sebelum bertolak ke Malang untuk menghadiri pernikahan seorang sahabat. Gue cuma punya waktu 1 malam di Surabaya, dan gue mencoba memanfaatkan waktu tersebut untuk kulineran sampai puas.

1st stop : Pasar Atom.

Sesampainya dari bandara, tempat pertama yang gue tuju adalah Pasar Atom. Gue dapat rekomendasi dari teman Sylvia kalau disini ada Bakmie Babi yang sangat recommended, jadi gue penasaran untuk mencobanya. Ulasan lengkap tentang Pasar Atom sudah punya post tersendiri di blog ini, yang dapat kamu baca di link berikut : https://ngopee.com/ysteven/food-and-beverages/fun-culinary-at-pasar-atom-surabaya/

2nd stop : Caturra Espresso

Siang mulai datang, dan itu artinya kopi sudah dibutuhkan. Gue pun langsung menuju ke Caturra Espresso yang ada di jalan Anjasmoro.

Coffee Shop ini asik banget! Dengan konsep ala glass house, meskipun terik matahari sangat terasa di dalam, tetapi tetap terasa fresh dengan banyaknya tanaman di sekitar cafe. Ambiencenya juga asik, cocok untuk bersantai. Gue yakin di sore hari pasti akan lebih asik lagi.

Gue memesan flat white, iced caramel latte, dan iced long black. Semuanya oke dan cocok dengan selera gue. Karakter kopinya sangat balanced, cenderung strong. Latte artnya juga cakep.

3rd stop : Marvell City Mall

Selama di Surabaya, gue menginap di Airbnb yang ada di Marvell City Mall, tepatnya apartment 2 bedroom di The Linden. Hostnya bernama Noval, dan sangat recommended untuk 2 atau 3 orang.

Setelah beristirahat sejenak di kamar, gue mengelilingi Marvell City Mall dan menyempatkan diri membeli Roti Wanwan. Gue memesan kombinasi Nougat dan Coklat Keju. Rasanya enak. dan harganya juga tidak terlalu mahal.

4th stop : Tahu Telor Pak Jayen

Gue baru berangkat dari airbnb pada pukul 6 sore, thanks to salah satu teman gue yang tidurnya lumayan lama. Gue langsung menuju Tahu Telor Pak Jayen, yang merupakan salah satu kuliner terbaik di trip ini. Tahu Telornya mantap, dengan bumbu kacang dan petis yang gak pelit. Harganya juga tidak terlalu mahal. Highly recommended!

5th stop : Bebini Gelati

Tidak jauh dari Tahu Telor Pak Jayen, hanya dengan jalan kaki sekitar 3 menit, gue sampai di tujuan berikutnya, Bebini Gelati, yang kata Sylvia merupakan milik Chef Arnold.

Gelato disini bisa dibilang the best I’ve ever tried! Gue mencoba rasa Arnold’s Grumpy Cookies, dan rasanya luar biasa. Harganya juga relatif murah untuk ukuran gelato. Far better than Gusto Gelato, in my opinion.

Gue juga memesan Rose Gelato, gelato berbentuk bunga mawar yang cantik sekali. Kocaknya, gue diminta untuk bayar belakangan karena Rose Gelato ini bisa berhasil dibuat atau bisa gagal, karena buatnya sulit sekali. Dan ternyata mereka berhasil membuatnya! Sylvia pun so happy.

6th stop : Sop Kambing Bang Oya

Gue memesan Grab untuk pergi ke Sate Kelopo, tetapi sayang sekali mereka tidak buka saat gue sampai di tujuan. Beruntung, supir Grab gue yang sangat baik mau mengantarkan gue ke Kedungdoro, yang setelah ngobrol-ngobrol dengan beliau katanya merupakan pusat kuliner jalanan di Surabaya.

Tempat yang direkomendasikan adalah Sop Kambing Bang Oya. Karena gue sudah makan tahu telor dan gelato sebelumnya, gue hanya memesan 1 porsi untuk di makan bertiga. Disini kita pilih sendiri item yang ingin dimasak, yang terdiri dari daging dan jeroan.

Untuk rasanya sendiri menurut gue tidak terlalu spesial, meskipun lumayan enak. Oh ya, tempat ini sangat ramai loh, dan untuk dapat duduk saja harus berebut.

7th stop : Rawon Setan

Kata supir taksi dari bandara ke Pasar Atom, belum ke Surabaya kalau belum coba rawon setan. Dari Sop Kambing Bang Oya, gue jalan kaki kira kira 10 menit sampai ke Rawon Setan.

Tempat ini juga sangat ramai dan mesti berebut untuk dapat duduk. Itupun harus sharing meja dengan pengunjung lain.

Rasa rawonnya sendiri cukup nikmat, meskipun karena sudah terlalu kenyang, gue jadi kurang bisa menikmati dengan sempurna. Harganya agak sedikit mahal, tetapi diimbangi dengan daging yang berlimpah.

8th stop : Lontong Balap Pak Gendut

Keesokan harinya, gue memulai hari dengan breakfast di Lontong Balap Pak Gendut. Gue merasa tempat ini agak overrated ya, karena rasanya tidak terlalu spesial dan harganya cukup tinggi.

9th stop : Volks Coffee

Coffee time! Kali ini gue mengunjungi Volks Coffee. Tempatnya asik, ala ala vintage banget, dengan sedikit sentuhan modern. Gue memesan Iced Latte dan Joey Brioches, yang merupakan French Toast dengan caramelized banana. It was really good!

10th stop : Tunjungan Plaza

Sebenarnya tujuan gue berikutnya adalah ke Bebek Sinjay, tetapi lagi lagi tempatnya tutup saat gue tiba di tujuan. Akhirnya, karena gue dan Sylvia kepanasan dan butuh toilet, kami pun ngadem di Tunjungan Plaza.

Mall ini oke banget, gak kalah sama mall mall besar di Jakarta. Malah mungkin bisa dibilang lebih besar dari Mall di Jakarta. Setelah puas berkeliling, gue dan Sylvia mengisi perut di Pasarame, yang bentuknya mirip banget dengan eat and eat. Disini, gue memesan Nasi Bakar Ikan Tuna dan Nasi Ayam Kulit Paru. Di luar ekspektasi, dua duanya enak banget! Worth to try.

Setelah dari Tunjungan Plaza, gue kembali ke Airbnb, yang kebetulan gue dapat late checkout, dan pada sore harinya berangkat menuju Malang, yang akan gue liput di post berikutnya.

Thank you for reading, guys! Hope you enjoy it.

Related Posts

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *