Cara Menerima Kekurangan Pasangan Kita

Baru baru ini gue bertukar pikiran dengan sahabat gue, dan doi menyebut statement yang unik bahwa dalam memilih pasangan hidup, salah satu yang harus dipilih adalah racunnya. Istilah kerennya “choose your poison”.

Ada benarnya sih. I mean, nobody in this world is perfect. Bahkan @cristiano atau @taylorswift13 sekalipun pasti punya kekurangan, apalagi pasangan kita kan?

Pertanyaannya, bisakah kita mencintai kekurangan pasangan kita tersebut? Jangan sampai kita tidak bisa mencintai kekurangan, dan tetap menerima pasangan kita sambil berharap suatu saat dia akan berubah. Berubah itu sama sekali gak gampang. Merubah diri sendiri aja susah, apalagi merubah orang lain.

Hal ini gue pelajari dari bokap gue. Dia yang bilang ke gue, bahwa dia udah pasrah dengan kekurangan nyokap gue. Udah hampir 40 tahun mereka married, dan kekurangan nyokap gue waktu muda masih exist sampe sekarang. Bokap gue udah di titik dimana dia capek berusaha mengubah nyokap gue, dan akhirnya dia lebih bahagia setelah menerima nyokap gue apa adanya.

Ingat, setelah perkawinan, dua insan bukan lagi dua, melainkan satu. Oleh karena itu, kekurangan pasangan kita menjadi bagian dari diri kita juga. Jangan sampai kita membenci kekurangan pasangan kita, karena itu artinya kita membenci diri kita sendiri.

Jadi, gimana cara mencintai kekurangan pasangan kita?

Jawabannya simple. Jangan berekspektasi. Kalau pasangan kita apatis, jangan ekspek dia akan nanya udah makan atau belom. Kalau pasangan kita overprotective, jangan ekspek dia untuk jadi lebih cuek sama kita. Intinya, bola ada di diri kita. Dibanding berekspektasi dia berubah, pikirkan gimana caranya kita hidup dengan kenyataan bahwa pasangan kita memiliki kekurangan itu. Misalnya, kalau pasangan kita bau badan, sering seringlah beliin dia parfum. Kalau pasangan kita emosian, belajarlah untuk menahan diri gak ikutan emosi daripada suasana jadi lebih keruh.

Gak gampang sih, sama sekali gak gampang. Tapi kalau gampang, kita gak akan bertumbuh. Lewat mencintai kekurangan pasangan kita, kita pasti bertumbuh. Either jadi lebih bijaksana, jadi lebih sabar, atau jadi lebih strong.

Kesimpulannya, yuk kita cintai kekurangan pasangan kita. Maka kita akan bertumbuh, dan hubungan pun jadi lebih harmonis. Otomatis, hidup jadi lebih indah. Kayak slogan aja, “Happy wife, Happy life.” 😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *