Kopi Gunung Biru JJ Royal Coffee

*note : This Post is in Bahasa Indonesia

Tambah lagi satu jenis kopi yang berkenalan dengan lidah saya. Kali ini adalah kopi Gunung Biru dari JJ Royal Coffee. Berikut deskripsi kopi ini berdasarkan official website-nya.

“JJ Royal Gunung Biru Java Estate Arabica menggunakan biji kopi Kayumas yang langka dan berkualitas tinggi dari daerah Kawah Ijen, Jawa Timur. Terletak 1,200 meter diatas dataran laut, kopi ini ditanam, dipetik dan diproses dalam kondisi yang optimal. Kemudian biji kopi disangrai dengan teliti hingga mencapai kematangan yang sempurna. Nikmati manisnya aroma dengan rasa yang lembut, berpadu menjadi keutuhan rasa kopi yang ringan dan serasi.”

Well, mungkin hal tersebut agak sedikit berbeda dengan kopi Gunung Biru yang orisinil, yakni Jamaican Blue Mountain Coffee, tapi tidak ada salahnya kita mencicip kopi Gunung Biru versi JJ Royal.

Teknik Penyeduhan : French Press.
Ground Coffee : 1.5 tablespoon
Water : 7Oz / 210ml

Berhubung saya belum memiliki Grinder di rumah, saya membeli kopi JJ Royal Gunung Biru dalam bentuk ground, yang merupakan Medium Fine Grind. Saya menggunakan French Press karena saat ini, French Press adalah satu-satunya alat penyeduhan yang saya miliki (selain tubruk, of course).

Sebenarnya cerita yang saya posting hari ini adalah kedua kalinya saya menyeduh kopi Gunung Biru JJ Royal. Pertama kali saya menyeduhnya, saya menambahkan 1 sendok makan gula, dan betapa menyesalnya saya melakukan itu. Karakter spicy yang merupakan ciri khas dari Gunung Biru langsung menghilang.

Dalam penyeduhan kali ini, saya tidak menambahkan gula sama sekali. Dan ya, seperti yang dideskripsikan di website JJ Royal, Acidity yang sedikit Tangy langsung memanjakan lidah saya. Biasanya saya tidak menyukai karakter asam dari sebuah kopi (#TeamRobusta), tetapi kopi Gunung Biru merupakan sebuah pengecualian. Salah satu kopi Arabika favorit saya.

Untuk penyeduhan kali ini, saya menambahkan Cinnamon Syrup yang telah saya buat sebelumnya. Hasilnya? Wonderful Cup Of Coffee. Teman-teman yang mau nyicip boleh datang ke rumah, nanti saya buatkan. Thanks, and enjoy theese photos!

Kopi Gunung Biru dari JJ Royal Coffee
Kopi Gunung Biru JJ Royal sebelum dipress. Terlihat Crema yang cukup tebal disana.
Hasil penyeduhan : Wonderful cup of coffee.

*Note about the writer :

Yohanes Steven adalah seorang Barista wannabe, yang menulis tentang kopi untuk menambah ilmu dan skill. Semua yang saya tulis berdasarkan pengamatan saya sendiri dan dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi kesegaran dari kopi tersebut.

Comments

  1. Komang Mahendradata

    Boss, boleh sdikit tanya tentang kopi? pernah denger kan kalo ada penyusutan bobot setelah kopi di roasting..
    nah ane mau tanya,,bener gak sih ada juga penyusutan bobot biji roated kopi setelah kurang lebih 1 minggu roasted biji kopi disimpan? katanya cukup signifikan, bisa mendekati 10% untuk biji kopi mandheling. kalo bener kenapa ya?
    tengkyu ya..

    Dado

    1. Yohanes Steven

      betul, bro.. Setau saya unroasted coffee itu lebih stabil dibandingkan dengan biji kopi roasted. Menurut wikipedia, biji kopi roasted itu baiknya digunakan paling tidak 2 minggu setelah disimpan, karena jika lebih dari itu akan menjadi stale (basi/apak). 

      Sama2, bro. Thanks uda mampir 🙂

  2. Fauzi

    bos, mohon maaf mau tanya, apa pernah membuat studi perbandingan antar merek coffee? misalnya dengan produk lain (ex. coffindo)…ya bukan untuk promo atau menjatuhkan yang lain, ini kan masalah selera dan yang terasa? thanks 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *