Apakah baik jika saya mati?

Pertanyaan di bawah ini merupakan sebuah pergumulan yang sangat mengganggu saya. Dan ya, dengan maraknya berita tentang “bunuh diri” di media saat ini, tentu saja saya merupakan salah satu yang sudah consider untuk mengikuti trend bunuh diri ini. Saya juga sudah mencobanya, tetapi gagal.

Pertanyaan itu adalah :

Apakah baik jika saya mati?

Ya, tentu saja. Saya hanyalah seorang laki laki berusia 25 tahun yang bukannya menjadi tulang punggung keluarga ataupun harapan bangsa, tetapi beban hidup bagi orang-orang di sekitar saya.

Saya tidak bisa hidup normal, bekerja dengan normal, ataupun aktivitas normal. Tidur saja sulit. Saya selalu kalah dalam pertarungan saya dengan penyakit dalam diri saya.

Yes, it’s a good thing if I am dead. Orang-orang di sekitar saya tidak perlu lagi cemas setiap saat, dan terganggu aktivitasnya karena harus menemani saya yang sedang collapse. Mereka tidak perlu lagi mendengarkan keluh kesah dan jeritan kesakitan saya. Oh, so beautiful.

BUT, it’s a lot better if I stay alive and fight.

Jika saya tetap berjuang, saya dapat menginspirasi, menyemangati, dan menguatkan orang lain. Bahkan mungkin saya dapat membantu mencegah orang seperti saya yang memiliki rencana untuk bunuh diri.

Jika saya tetap berjuang, saya dapat berbagi banyak hal kepada dunia ini. Saya dapat berbagi berkat, ilmu, kebahagiaan, dan juga materi.

Jika saya tetap berjuang, saya dapat membahagiakan orang-orang di sekitar saya. Saya dapat hidup bahagia juga karena melihat mereka tersenyum.

Jika saya tetap berjuang, mungkin saya dapat membuat dunia ini menjadi sedikit lebih baik.

Well, the conclusion is : If you feel like giving up is a good option, think about what could happen if you don’t give up.

God bless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *